naik angkot di medan
Lifestyle

Naik Angkot di Medan

Naik Angkot di Medan-Di Medan selalu disebut angkot, transfortasi umum berukuran lebih kecil daripada bus, membawa penumpang di dalam kota. Sebagian warga menyebutnya metromini atau sudako, tapi di Medan angkutan ini lebih sering disebut dengan angkot. Naik angkot di Medan tak jauh beda sih dengan naik metro mini di kota lain. Mungkin sebagian pembaca ada yang belum pernah menggunakan alat transportasi yang satu ini. Baiklah boleh dibaca sharing session saya di sini bagaimana naik angkot di Medan, siapa tau jika suatu hari jalan-jalan ke Medan, boleh mencoba naik agkot.

Peraturan pertama naik angkot di medan itu, ada pada warna dan nomor. Jika gak mau kesasar, baiknya cari tau dulu warna dan nomor yang benar sesuai tujuan. Warna dan nomor menunjukkan rute yang dilewati angkot tersebut. Dari mana tau warna dan nomornya?, belum ada sih aplikasi atau e-informasi untuk itu, biasanya bertanya ke masyarakat sekitar aja. Tapi sepertinya sudah ada beberapa situs yang membahas rute angkot di Medan seperti tulisan rute angkot berikut. Mbah google boleh ditanya ya hehe.

Cerita tentang pengalaman naik angkot di medan, saya sendiri dulu sering naik angkot. Mungkin temen-temen ada juga yang masih sering naik angkutan umum kan?. Tapi masa-masa naik angkotnya saya itu zaman dulu banget, saat masih kuliah. Waktu itu belum punya kendaraan pribadi dan belum ada ojek online atau taksi online. Mau gak mau ke kampus naik angkot, bepergian naik angkot, belanja ke pusat perbelanjaan selalu memilih yang dilewati angkot dan strategis. Itu termasuk masa-masa yang kalo diingat masih melelahkan sih.

Semenjak punya kendaraan sendiri udah jarang naik angkot, apalagi beberapa tahun belakangan udah banyak sekali bermunculan ojek online dan taksni online yang tak hanya menawarkan kemudahan serta kenyamanan bepergian, namun terkadang aplikasi-aplikasi ini juga menawarkan promo, potongan harga, bisa tawar menawar, ini jauh lebih menyenangkan dibandingkan naik angkot.

naik angkot di medan

Selain itu, di Medan juga ada Trans Metro Deli-Angkutan umum teman bus yang diberikan oleh pemerintah kota secara gratis. Angkutan ini juga terkadang menjadi opsi baik bagi masyarakat untuk bepergian. Berbeda dengan angkot, Trans Metro Deli ini selain gratis juga memiliki sistem yang lebih teratur seperti penumpang hanya bisa naik dan turun di tempat-tempat yang telah ditentukan. Selain itu, Trans Metro Deli belum tersedia untuk semua jalur di kota Medan, bus hijau ini hanya ada untuk beberapa rute tertentu saja.

Teman-teman mungkin ada yang belum tau gimana naik angkot di Medan, apakah aman?

Memang, di televisi atau sosial media telah banyak berita yang kurang sedap tentang angkot di kota Medan. Supir yang kasar, supir yang menerobos rambu lalu lintas sesuka hati, menerobos plang kereta api, dan banyak cerita lainnya. Tapi, tidak semua angkot seperti itu, tidak semua supir juga seperti itu. Untuk masalah ini semoga pemerintah kota dapat menyelesaikannya dengan baik. Mungkin dengan menerapkan beberapa peraturan terkait supir yang harus disiplin.

Di balik cerita kurang sedap di atas, saya sendiri beberapa kali naik angkot di Medan mendapati supir angkot yang memang kasar tapi hanya di mulut aja atau logat batak yang kental. Jauh dari itu, banyak juga supir angkot yang baik. Misalnya seminggu lalu saat saya terpaksa naik angkot karena sepeda motor rusak dan harus berangkat pagi-pagi sekali di hari minggu, biasanya sepagi itu ojek online masih sulit di dapat. Akhirnya saya naik angkot. Di dalam angkot itu hanya ada beberapa orang yang turun di depan gereja sementara tujuan saya masih jauh. Saya sendirian di dalam angkot. Supir angkot menanyakan tujuan saya dengan logatnya yang sangat kasar (menurut saya). Saat saya sebutkan tujuan saya yang masih jauh, dia tidak menurunkan saya di pinggir jalan tetapi malah mengantarkan saya ke tempat tujuan.

Menggunakan transportasi umum sesekali mungkin perlu juga ya. Terkdang dengan naik angkot misalnya, kita jadi melihat banyak orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Hari itu, saat pulang, saya naik angkot lagi. Ada seorang ibu-ibu yang penampilannya sangat kusut, pakaian yang warnanya sudah memudar, dan membawa kantongan plastik besar berisi barang dagangan. Seperti beberapa orang dari suku batak, ibu tersebut bibirnya merah, bekas memakan sirih. Di sebelahnya duduk seorang ibu yang lebih muda. Terlihat dari logatnya dari suku jawa. Penampilannya tak jauh berbeda dari ibu di sebelahnya, kusut, baju berwarna pudar, sendal jepit lusuh, dan membawa kantongan besar berisi entah apa. Walau tidak saling kenal kedua ibu ini bercakap-cakap dengan ramahnya.

“Anakku sudah semester 7, sebentar lagi sekripsi dia.” Perkataan ibu ini membuat saya spontan menoleh, sebagai seorang dosen saya merasa perjuangan ibu ini cukup keras. Saya tau berapa biaya yang harus dikeluarkan setiap tahunnya, sementara pada kenyataannya di lapangan, banyak mahasiswa yang bermalas-malasan. “Mantap eda ini, aku anakku ada 5 semua sekolah, waduh luar biasa perjuanganku, pagi begini aku kerja, malam pun kerja lagi.” Sambung ibu yang lebih muda kemudian mereka saling bercerita tentang perjuangannya. Tak berapa lama salah satunya turun, ibu yang lebih muda. saya terharu melihatnya yang semangat berjalan melintasi jalanan menuju tempat berjualan dengan pakaian dan sendal seadanya. Luar biasa pengorbanan orang tua, seketika saya teringat dengan alm kedua orang tua saya yang dulu juga seperti itu.

naik angkot di medan

Intinya, naik angkot di Medan selain aman juga terkadang membuat kita bisa melihat banyak hal dan saling berinteraksi dengan banyak orang. Tapi, perlu untuk berjaga-jaga. Sebelum naik angkot, perhatikan hal-hal berikut:

  • Jangan menggunakan perhiasan yang mencolok,
  • hindari membuka hp terlalu sering di dalam angkot,
  • jaga posisi dompet atau tas, dan
  • berpakaianlah yang layak, tidak terlalu terlihat mahal dan tidak pula terlalu seksi

Selain itu, sebelum naik ada baiknya juga untuk memperhatikan jumlah penumpang dan raut wajah supirnya. Jika tidak ada penumpang lain sebaiknya jangan naik dulu, dan jika terlihat supirnya seperti mabuk dan pemarah sebaiknya tunggu angkot lain saja.

Mungkin itulah beberapa hal yang bisa saya share terkait naik angkot di Medan. Jangan lupa untuk membaca postingan lainnya ya.

Baca juga : 8 Hal Luar Biasai Ini Akan Kamu Alami Jika Menantang Diri Sendiri

24 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *