infused water
Lifestyle

Tips Membuat Infused Water

Infused water akhir-akhir ini menjadi minuman yang mulai banyak digemari. Seiring berkembangnya teknologi dan sosial media, orang-orang udah mulai banyak yang ingin mempraktekkan gaya hidup sehat termasuk mengonsumsi infused water. Saya sendiri bahkan para pembaca juga udah banyak melihat ramai sekali di sekitar kita yang mencoba gaya hidup sehat seperti membawa infused water ke tempat kerja, saat berolah raga, bahkan saat berjalan-jalan.

Dilansir dari wikipedia, Infused water sendiri adalah minuman segar dari air putih yang ditambahkan potongan buah-buahan atau rempah-rempah ke dalamnya dan kemudian didiamkan beberapa saat sampai sari buahnya keluar dan air putih tadi menjadi memiliki rasa seperti buah atau rempah yang dimasukkan ke dalamnya. Dengan kandungan bahan yang sudah bercampur dengan air minum tersebut, diharapkan manfaat dari bahan yang direndam dapat diserap oleh tubuh.

Maraknya pemanfaatan infused water bagi kesehatan pastinya juga memberikan motivasi pada kita untuk dapat membuat infused water dalam aktivitas sehari-hari. Selain manfaat dari bahannya, kita juga bakalan terhindar dari dehidrasi. Nah tapi banyak orang yang mungkin masih mencari-cari gimana sih caranya supaya bisa buat infused water yang benar. Oke, kita bahas yuk! Berikut tips membuat infused water ya.

infused water

1. Pelajari Bahan Dasar yang Akan dijadikan Infused Water

Tahap pertama sebelum membuat infused water ada baiknya kita mencari tau terlebih dahulu jenis infused water apa yang akan kita buat. Misalnya kita ingin membuat infused water berbahan lemon. Ada baiknya untuk mempelajari kandungan buah lemon. Cocok gak sih buah tersebut dengan kondisi tubuh kita apalagi jika kita mengidap suatu penyakit tertentu. Ini sangat penting supaya gak salah membuat infused water. alih-alih ingin sehat eh rupanya malah berdampak tidak baik.

Dulu tuh saya pernah mengalami gatal-gatal jika dihadapkan pada kondisi cuaca tertentu seperti panas ekstrim atau dingin sekali, di daerah saya namanya biduran. Kulit akan kemerahan, bengkak-bengkak dan gatal. Ternyata setelah berkonsultasi ke dokter ternyata saya mengidap “histamin” yang indikasinya karena terlalu banyak mengonsumsi vitamin C. Nah karena kondisi ini, saya gak disarankan untuk mengonsumsi infused water dari bahan-bahan yang mengandung banyak vitamin C seperti lemon.

Nah, penting kan tuh untuk tau bahan apa yang bisa kita jadiin infused water sesuai dengan kebutuhan tubuh kita.

2. Banyak Membaca Kombinasi Bahan Infused Water

infised water

Saat sekarang ini udah banyak media yang membahas info infused water yang memadukan beberapa bahan dalam satu infused water. Seperti infused water lemon dan buah mentimun. Banyak juga loh yang memberikan info seputar manfaat dan cara membuatnya.

Dulu, saya gak ngerti cara membuat infused water sampai alm. orang tua saya terkena hipertensi. Kemudian teman saya menyarankan untuk mengikuti resep JSR (Jurus Sehat ala Rasulullah) yang banyak dibagikan di instagram dan akun youtube dr. Zaidul Akbar. Kemudian saya banyak belajar kombinasi bahan-bahan tertentu, manfaat dan cara membuatnya. Sejak saat itu saya rutin membuat infused water hingga sekarang.

Sebagaimana kita sebaiknya mencari tau bahan yang tepat untuk dijadikan infused water, tak kalah penting juga untuk mencari tau komposisi dan kombinasi bahan yang digunakan. Karena hal tersebut pastinya sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh kita. Jangan sampai komposisi dan kombinasi bahan yang dijadikan infused water ternyata gak cocok dengan kebutuhan tubuh yang kita harapkan.

3. Pilih Bahan-Bahan yang Segar

infused water

Saat kita udah tau nih, mau buat infused water apa dengan kombinasi bahan apa, tahap selanjutnya adalah memilih bahan-bahan yang segar. Udah pasti bahan yang segar dan baik tanpa pestisida merupakan bahan yang paling bagus untuk dijadikan infused water. Di tempat saya, biasanya untuk memilih bahan dalam membuat infused water dalam bentuk rimpang-rimpangan, saya mencari bahan yang langsung dipanen dari kebun sendiri. Banyak sih di sini yang jual rimpang-rimpangan dari kebun sendiri yang aman dari bahan-bahan kimia seperti pestisida. Sementara infused water berbahan buah-buahan biasanya saya membeli buah dari toko buah yang buahnya segar-segar.

Bahan yang segar akan berdampak pada rasa infused water yang dihasilkan. Terkadang kalo kita menyimpan suatu bahan makanan baik itu buah, sayur atau rimpang terlalu lama di dalam kulkas, biasanya buah tersebut mulai layu dan terasa kurang segar saat dijadikan infused water. Maka solusinya alangkah baiknya jangan stok bahan terlalu banyak yang mungkin akan menjadikan bahan tersebut lama disimpan dan berdampak kurang segar.

4. Pembuatan Infused Water yang Benar

Selain mempelajari kombinasi bahan, kandungannya, dan memilih kesegarannya, ada baiknya juga untuk mempelajari cara pembuatan infused water yang benar. Beberapa bahan tertentu tidak boleh direndam dengan air panas langsung seperti lemon ataupun jeruk nipis. Kedua buah ini sebaiknya direndam dengan air hangat. Sebaliknya, bahan rimpang-rimpangan justru lebih baik direndam dengan air panas bukan air hangat. Selain itu ada juga beberapa bahan yang sebaiknya dibuang setelah beberapa jam direndam seperti buah mentimun lebih baik dibuang setelah 4 jam masa rendamnya.

Nah, macam-macam kan cara pembuatan infused water sesuai bahannya? oleh karena itu kita sebaiknya banyak belajar dan membaca hal-hal yang berkaitan dengan pembuatan infused water ini agar gak salah dalam pembuatannya.

5. Waktu Penyimpanan dan Penggunaan Infused Water yang Tepat

Ada baiknya kita mengetahui cara penyimpanan dan penggunaan infused water yang tepat. Karena ada beberapa bahan yang dijadikan infused water tidak dapat bertahan lebih dari 6 jam, namun ada juga beberapa bahan yang bertahan hingga dua hari jika disimpan di dalam kulkas. Penyimpanan yang tepat dan penggunaan yang tepat jauh lebih baik daripada kita membuat infused water namun tidak maksimal manfaatnya bagi kesehatan.

Seperti halnya saya, selalu membuat infused water, kemudian memasukkannya ke dalam kulkas namun kelupaan meminumnya hingga beberapa hari. Pertanyaannya apakah infused water ini masih baik untuk dikonsumsi? Jika seandainya saya sudah mengetahui terlebih dahulu lama penyimpanan yang disarankan, maka saya akan berusaha untuk tidak meninggalkan infused water saya lebih dari waktu penyaranan tersebut. Oleh karena itulah penting untuk mengetahui lama waktu penyimpanan dan penggunaan yang tepat.

Selian itu ada baiknya juga kita rajin membaca tips-tips seputar infused water seperti tips agak infused water gak pahit, dan lain sebagainya. Karena, ada juga beberapa bahan yang jika direndam terlalu lama akan menghasilkan rasa pahit namun rasanya lebih enak jika direndam dalam waktu tertentu dengan komposisi tertentu.

infused water

Nah… Itulah tadi tips yang dapat kita lakukan dalam membuat infusen water. Semoga kedepannya, kita gak salah lagi dalam membuat infused water.

Intinya, sebelum membuat infused water, ada baiknya kita belajar terlebih dahulu, mencari info lengkap tentang bahan, kegunaan, kombinasi yang tepat, saran penyimpanan, tips pemakaian dan lain sebagainya agat kita tidak salah dalam membuat dan mengonsumsi infused water dan yang terpenting kita mendapatkan manfaat yang baik dari infused water sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Baca juga ” Gimana Modal PeDe Bisa Membuat Seseorang Sukses” disini

23 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *